Showing posts with label FKM. Show all posts
Showing posts with label FKM. Show all posts

Sunday, October 30, 2011

Napak tilas P2M di pedalaman Jantho Part II

Perhatian : Judul postingan  "Napak Tilas P2M di Pedalaman Jantho Part II" ini menyambung cerita sebelumnya yang telah saya posting pada halaman ini. Sebaiknya baca terlebih dahulu postingan "Napak Tilas P2M di Pedalaman Jantho Part I" di sini , biar gak kalang kabut membaca postingan selanjutnya di bawah ini. Heuheuheu :D
Tidak lama kemudian, para rombongan perempuan menyiapkan segala peralatan untuk berangkat ke pemukiman penduduk, sedangkan para laki-laki bertugas untuk merubuhkan tenda-tenda dan melipatnya dengan rapi. Seluruh rombongan, kemudian berangkat ke pemukiman penduduk tepatnya ke Balai Desa yang letaknya bersebelahan dengan Mesjid. Para rombongan di bagi ke dalam dua tim, yaitu Tim I terdiri dari perempuan dan tim II terdiri dari laki-laki. Tim pertama akan membantu para panitia untuk mempersiapkan peralatan yang akan dibutuhkan dalam kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kepada para undangan. Tim kedua bertugas untuk membantu para warga masyarakat yang akan bergotong royong memperbaiki beberapa bagian Mesjid yang terlihat telah rusak dan juga melakukan pengecetan kembali Mesjid tersebut.
Priorotas bakti sosial pada hari kedua yang lebih menitikberatkan pada penyuluhan dan sosisalisasi kepada Bumil (Ibu Hamil) atau perempuan yang telah berumur 17 tahun ke atas dan juga gotong royong bersama warga masyarakat. Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi dilaksanakan oleh staf Dinas Kesehatan Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (Dinkes Prop NAD), dosen pengampu mata kuliah Reproduksi, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh angkatan 2004 yang dominannya telah bertugas sebagai Bidan Desa (Bides) di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada para Bumil.
Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tersebut berjalan dengan lancar. Terlihat para peserta yang hadir sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan dan tidak merasa malu-malu (tabu). Menurut masyarakat awam, jika membahas mengenai “reproduksi” sudah tentu menjadi suatu hal tabu dan tidak patut untuk diperbincangkan. Namun, karena yang melaksanakan penyuluhan dan juga sosialisasi adalah orang-orang yang berpengalaman dari Dinkes NAD, dosen dan juga bides, kata tabu “reproduksi” tersebut langsung menjadi suatu tema yang sangat menarik dan layak untuk diperbincangkan kepada seluruh undangan yang hadir.
Alhamdulillah, penyuluhan dan juga gotong royong bersama dengan warga masyarakat sekitar dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Seluruh aktivitas pada hari itu di tutup dengan acara lomba sikat gigi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku kelas I sampai IV Sekolah Dasar dan juga Madrasah Ibtidaiyah Negeri. Dalam lomba tersebut dimenangkan oleh anak Bapak Kepala Desa yang berhasil menyikat gigi dengan baik dan benar. Selain itu, ada juga pertunjukan humor yang ditampilkan oleh beberapa anak-anak SD yang berhasil mengocok perut seluruh warga dan juga rombongan P2M.
Setelah semua kegiatan berakhir, para rombongan P2M mohon izin pamit kepada seluruh warga masyarakat dengan bersalam-salaman di halaman Mesjid. Rasa haru menyelimuti proses perpisahan tersebut, bahkan ada juga yang terlihat menitikan air mata serasa tak ingin berpisah dengan warga masyarakat yang telah ramah menerima kami selama 2 hari. Namun, kami harus segera kembali ke Kota Banda Aceh karena esok hari seluruh rombongan harus melaksanakan kegiatan perkuliahan di kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhamadiyah Aceh.
Beberapa mobil truk yang menjemput para rombongan P2M kemarin telah menunggu di sekitar Mesjid. Seluruh rombongan P2M langsung naik ke truk tersebut sambil melambaikan tangannya kepada warga masyarakat yang masih berdiri di halaman Mesjid. Tidak ingin rasanya kami berpisah dengan keramahtamahan warga masyarakat, suasana sejuk daerah pedalaman dan juga pengalaman berharga bisa tinggal di daerah yang jauh dari keramaian kota. Namun, inilah secuil kisah selama melaksanakan P2M bersama mahasiswa baru angkatan 2007 Fakutlas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh.
Tidak lama kemudian, muncul beberapa anak-anak laki-laki yang masih berumur sekitar 10- 12 tahun (masih SD) yang datang membawa bola. Mereka berjalan menuju padang rumut yang letaknya tidak jauh dengan Mesjid. Hemm, saya pun langsung bangkit dari peristirahatan menuju padang rumput dan tanpa basa basi saya menantang mereka untuk bermain bola. Hemm, usulan saya langsung di respon positif oleh anak-anak kecil tersebut dengan penuh semangat dengan memposisikan saya sebagai penjaga gawang. Akhirnya, saya pun bermain bola dengan anak-anak SD yang umurnya jauh berada di bawah saya.
Melihat saya yang sedang bermain bola dengan anak-anak SD tersebut, beberapa mahasiswa baru dan juga panitia P2M lainnya datang menghampiri dan bergabung bersama kami bermain bola. Melihat lawan yang tidak seimbang karena mahasiswa melawan anak SD akhirnya kami menyusun tim ulang. Setiap tim diisi oleh beberapa panitia P2M, mahasiswa baru dan juga anak SD, sehingga diharapkan akan mendapatkan perlawanan yang seimbang.
Tidak lama kemudian, pertandingan sepak bola pun harus di akhiri karena waktu hampir menjelang senja. Sebagian di antara rombongan P2M perempuan mulai mandi dengan menumpang di rumah-rumah penduduk setempat yang jaraknya tidak jauh dari Mesjid. Sedangkan para laki-laki mandi di Mesjid dengan menimba air di sumur secara bergiliran (antri). Hanya berselang waktu 1 jam, kami pun melaksanakan shalat Magrib secara berjamaah di pimpin oleh Imum Mesjid.
Setelah melaksanakan shalat para rombongan P2M bergerak menuju tenda penginapan dengan ditemani oleh 2 orang dari warga kempung setempat. Mereka menemani kami bukan tanpa alasan, karena di hulu sungai tersebut letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk dan juga di sekitar tempat tersebut sering muncul binatang buas seperti harimau. Oleh karena itu, kedua warga kempung tersebut menemani kami menginap di hulu sungai dengan membawa perlengkapan senjata tajam seandanya seperti tombak, pisau dan juga parang. Kami menyusuri jalan setapak ke hulu sungai dengan bermodalkan senter dan juga obor api untuk menerangi jalan.
Sesampai di tenda penginapan, para rombongan langsung mengidupakan beberapa api unggun untuk menerangi lokasi tersebut dan juga berguna untuk mengusir binatang buas. Tenda para rombongan laki-laki dan perempuan dibuat terpisah dan dijaga oleh setiap instruktur dan juga pantia P2M. Hampir seluruh rombongan para malam itu tidur di dalam tenda, namun banyak juga yang tidak tidur dan berjaga-jaga di sekitar lokasi tenda. Tugas jaga malam itu dilaksanakan oleh panitia keamanan P2M di temani oleh 2 orang warga kampung. Alhamdulillah, malam itu seluruh rombongan bisa menginap dengan aman dan nyaman. Tidak terlihat tanda-tanda munculnya hewan buas di sekitar tenda penginapan, walau sesekali terdengar lolongan anjing dari arah pegunungan.
Tidak terasa malam pun berganti dengan pagi dan semua rombongan mulai terlihat mempersiapkan diri untuk mandi di hulu sungai. Para laki-laki mandi agak jauh dari lokasi tenda penginapan, sedangkan para perempuan hampir semuanya tidak mandi karena suhu air sungai yang begitu dingin sampai menusuk tulang. *hallah lebay banget kata-katanya*. Beberapa panitia P2M lainnya terlihat mencuci muka dan menggosok gigi saja, kemudian mereka jalan-jalan di sekitar sungai sambil berfoto bersama dengan para mahasiswa baru dan juga dosen. Suasana pada pagi itu begitu menyenangkan, apalagi ditemani oleh kicauan burung yang datang dari segala penjuru.
Tidak lama kemudian, para rombongan perempuan menyiapkan segala peralatan untuk berangkat ke pemukiman penduduk, sedangkan para laki-laki bertugas untuk merubuhkan tenda-tenda dan melipatnya dengan rapi. Seluruh rombongan, kemudian berangkat ke pemukiman penduduk tepatnya ke Balai Desa yang letaknya bersebelahan dengan Mesjid. Para rombongan di bagi ke dalam dua tim, yaitu Tim I terdiri dari perempuan dan tim II terdiri dari laki-laki. Tim pertama akan membantu para panitia untuk mempersiapkan peralatan yang akan dibutuhkan dalam kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kepada para undangan. Tim kedua bertugas untuk membantu para warga masyarakat yang akan bergotong royong memperbaiki beberapa bagian Mesjid yang terlihat telah rusak dan juga melakukan pengecetan kembali Mesjid tersebut.
Priorotas bakti sosial pada hari kedua yang lebih menitikberatkan pada penyuluhan dan sosisalisasi kepada Bumil (Ibu Hamil) atau perempuan yang telah berumur 17 tahun ke atas dan juga gotong royong bersama warga masyarakat. Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi dilaksanakan oleh staf Dinas Kesehatan Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (Dinkes Prop NAD), dosen pengampu mata kuliah Reproduksi, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh angkatan 2004 yang dominannya telah bertugas sebagai Bidan Desa (Bides) di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada para Bumil.
Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tersebut berjalan dengan lancar. Terlihat para peserta yang hadir sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan dan tidak merasa malu-malu (tabu). Menurut masyarakat awam, jika membahas mengenai “reproduksi” sudah tentu menjadi suatu hal tabu dan tidak patut untuk diperbincangkan. Namun, karena yang melaksanakan penyuluhan dan juga sosialisasi adalah orang-orang yang berpengalaman dari Dinkes NAD, dosen dan juga bides, kata tabu “reproduksi” tersebut langsung menjadi suatu tema yang sangat menarik dan layak untuk diperbincangkan kepada seluruh undangan yang hadir.
Alhamdulillah, penyuluhan dan juga gotong royong bersama dengan warga masyarakat sekitar dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Seluruh aktivitas pada hari itu di tutup dengan acara lomba sikat gigi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku kelas I sampai IV Sekolah Dasar dan juga Madrasah Ibtidaiyah Negeri. Dalam lomba tersebut dimenangkan oleh anak Bapak Kepala Desa yang berhasil menyikat gigi dengan baik dan benar. Selain itu, ada juga pertunjukan humor yang ditampilkan oleh beberapa anak-anak SD yang berhasil mengocok perut seluruh warga dan juga rombongan P2M.
Setelah semua kegiatan berakhir, para rombongan P2M mohon izin pamit kepada seluruh warga masyarakat dengan bersalam-salaman di halaman Mesjid. Rasa haru menyelimuti proses perpisahan tersebut, bahkan ada juga yang terlihat menitikan air mata serasa tak ingin berpisah dengan warga masyarakat yang telah ramah menerima kami selama 2 hari. Namun, kami harus segera kembali ke Kota Banda Aceh karena esok hari seluruh rombongan harus melaksanakan kegiatan perkuliahan di kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhamadiyah Aceh.
Beberapa mobil truk yang menjemput para rombongan P2M kemarin telah menunggu di sekitar Mesjid. Seluruh rombongan P2M langsung naik ke truk tersebut sambil melambaikan tangannya kepada warga masyarakat yang masih berdiri di halaman Mesjid. Tidak ingin rasanya kami berpisah dengan keramahtamahan warga masyarakat, suasana sejuk daerah pedalaman dan juga pengalaman berharga bisa tinggal di daerah yang jauh dari keramaian kota. Namun, inilah secuil kisah selama melaksanakan P2M bersama mahasiswa baru angkatan 2007 Fakutlas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh.
Read More..

Napak tilas P2M di pedalaman Jantho Part I

Permulaan pembelajaran di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh untuk mahasiswa baru di mulai pada awal semester untuk setiap tahun ajaran baru. Penerimaan mahasiswa baru ditetapkan dari hasil seleksi tes tulisan dan juga wawancara yang dilakukan oleh panitia pelaksanaan dan penerimaan mahasiwa baru Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh. Keputusan mengenai jumlah penerimaan mahasiswa baru tiap tahun ajaran baru ditetapkan berdasarkan jumlah porsi/kursi yang tersedia.
Setiap mahasiswa baru yang telah dinyatakan lulus di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh harus melaksanakan suatu prosesi khusus yang dinamakan dengan SIKMABA (Silaturrahmi dan Keakraban Mahasiswa Baru), P2M (Pengalaman dan Pengabdian Masyarakat) dan juga Peusijuek/peresmian. Seluruh prosesi ini dilaksanakan selama 7 hari penuh, yaitu SIKMABA selama 3 hari, P2M selama 2 sampai 3 hari dan yang terakhir Peusijuek selama 1 hari.
Pada kesempatan kali ini saya berbagi cerita dan juga pengalaman selama melaksanakan P2M bersama dengan adik-adik mahasiswa baru Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh pada tahun 2007 di pedalaman Kota Jantho (mohon maaf, saya lupa nama desanya). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 2 hari yang diikuti oleh ratusan mahasiswa baru angkatan 2007, puluhan panitia P2M dan juga beberapa dosen pengawas kegiatan.
Rombongan P2M menuju  pedalaman Kota Jantho dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan menggunakan beberapa unit truk, mobile pick up dan juga mobil operasional kampus. Perjalanan menuju pedalaman Kota Jantho ditempuh lebih kurang 1 jam dari Kota Banda Aceh dengan kecepatan rata-rata kendaraan berkisar antara 60 – 80 KM/Jam. Dari Kota Jantho, seluruh rombongan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kendaraan ke salah satu desa yang penjadi priorotas P2M. Tidak lama kemudian, tibalah seluruh rombongan di Mesjid yang menjadi tempat ibadah para warga masyarakat.
Seluruh rombongan disambut dengan ramah oleh kepala desa, sekertaris desa, imum desa dan juga beberapa warga masyarakat. Acara perkenalan dan juga temu sapa dimulai dengan diadakannya pidato dari kedua belah pihak. Pertama-tama, kepala desa menyampaikan kata sambutan dan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan P2M yang akan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di desa tersebut. Selanjutnya, pihak rombongan yang diwakili oleh Pembantu Dekan menyampikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat dari para staf desa dan juga telah memberikan izin kepada para rombongan untuk melaksanakan kegiatan P2M.
Setelah prosesi sambutan yang dilaksanakan di Mesjid setempat, maka tiba saatnya bagi para rombongan P2M untuk mencari lokasi guna mendirikan tenda sebagai tempat tinggal sementara. Akhirnya, setelah penelusuran yang dilakukan oleh beberapa panitia P2M, maka ditemukan lokasi stragetis yang dekat dengan hulu sungai. Namun, untuk menempuh lokasi tersebut para rombongan harus berjalan kaki dan memakan waktu lebih kurang 20 menit. Para rombongan melewati jalan setapak dengan medan yang cukup sulit karena lokasi yang letaknya agak jauh dari pemukiman penduduk. Ada beberapa diantara rombongan yang terluka kakinya karena terkena beling, kawat berduri dan juga gigitan lintah sewaktu berjalan melewati rawa-rawa untuk mencapai lokasi hulu sungai.
Pendirian tenda untuk tempat tinggal sementara para rombongan P2M dibantu oleh beberapa anggota TNI-AD dari Kodam Iskandar Muda yang sengaja datang dari Kota Banda Aceh. Hanya dibutuhkan waktu lebih kurang 20 menit untuk mendirikan seluruh tenda. Setelah mendirikan tenda tersebut, seluruh anggota TNI-AD Kodam Iskandar Muda langsung kembali ke Kota Banda Aceh, sedangkan para rombongan P2M mulai mempersiapkan segala sesuatunya untuk berteduh selama 2 hari di tempat tinggal sementara. Sebagian dari para rombongan P2M laki-laki bertugas untuk mencari kayu bakar sedangkan sebagian lagi para wanita menyiapkan segala perlengkapan untuk kegiatan pengabdian masyarakat.
Hanya berselang waktu lebih kurang 1 jam, seluruh rombongan P2M berkumpul kembali di tenda untuk berangkat bersama-sama  menuju Mesjid tempat kami diterima oleh seluruh staf desa sebelumnya. Kami kembali menempuh perjalanan dengan berjalan kaki mengikuti jalan setapak dan tidak lama kemudian tibalah kami di Mesjid tersebut. Sesampai di sana, kami beristirahat sejenak sambil menunggu makan siang. Kebetulan beberapa panitia konsumsi sedang dalam perjalanan dari kota Jantho dengan menggunakan mobil pickup mengantarkan makan siang untuk para rombongan P2M. Tidak lama kemudian tibalah makan siang yang kami tunggu-tunggu J
Setelah makan siang dan juga shalat berjama’ah, seluruh rombongan mulai melakukan aktivitas sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Beberapa instruktur mengarahkan seluruh mahasiswa baru untuk membersihkan lingkungan di sekitar Mesjid. Banyak sekali sampah dan juga rumput yang belum dibersihkan. Membersihkan lingkungan di tempat ibadah (Mesjid) merupakan prioritas yang telah kami rencanakan sebelumnya. Beberapa panitia P2M terlihat menuju ke rumah-rumah penduduk untuk menyampaikan undagan untuk penyuluhan dan juga sosialisasi yang akan diselenggarakan esok hari, bertempat di Balai Desa.
Akhirnya tanpa membuang-buang waktu, para mahasiswa baru yang perempuan mulai memegang sapu lidi untuk membersihkan sampah di sekitar Mesjid. Selain itu, beberapa perempuan lainnya dibantu oleh panitia P2M, membersihkan bagian dalam Mesjid dengan mengepel seluruh lantai dan juga membersihkan jaring laba-laba yang terdapat pada langit-langit (loteng) Mesjid. Para mahasiswa baru yang laki-laki menggunakan cangkul dan juga parang untuk membersihkan rumput dan juga memotong beberapa bagian pohon di sekitar Mesjid agar terlihat bersih dan rapi.
Terlihat begitu semangatnya para rombongan melakukan bakti sosial pada hari pertama dengan membersihkan Mesjid yang menjadi tempat ibadah para penduduk sekitar. Tanpa terasa hari telah menjelang ashar, akhirnya seluruh rombongan bersiap-siap untuk melaksanakan shalat ashar berjama’ah di dalam Mesjid yang telah terlihat rapi dan bersih. Para rombongan P2M mulai membersihkan diri dan mengganti pakaian yang telah kotor dengan pakaian yang bersih untuk melaksanakan ibadah shalat ashar.
Setelah melaksanakan shalat ashar, para peserta rombongan beristirahat sejenak di dalam Mesjid sebelum kembali ke tenda penginapan yang terletak di hulu sungai. Terlihat beberapa anak-anak desa yang baru pulang menggembala kambing, sapi dan juga kerbau melintasi jalan. Mereka terlihat begitu polos memandang ke arah kami yang sedang beristirahat dan kami hanya bisa membalas tatapan mereka dengan senyuman.

"Bersambung" di sini

Read More..